Mewujudkan
Sekolah Sehat, Guru Bahagia,
Siswa Tumbuh.
EduMind adalah ekosistem digital berbasis AI yang membantu sekolah membangun lingkungan belajar sehat secara psikologis melalui teknologi, data wellbeing, deteksi dini, pemantauan berkelanjutan, dan intervensi berbasis data.
Pendekatan aman & tidak menstigma
AI membantu, manusia memutuskan
Bukan Sekadar Aplikasi Sekolah.
EduMind bukan aplikasi absensi, akademik, konseling online, chatbot psikologi, atau sistem psikotes. EduMind adalah Whole School Wellbeing Ecosystem yang menghubungkan siswa, guru, wali kelas, Guru BK, kepala sekolah, orang tua, dan psikolog dalam satu sistem.
Sekolah Menghadapi Tantangan Nyata.
Stres akademik, kecemasan, burnout, bullying, serta kesulitan regulasi emosi siswa sering terlambat terdeteksi.
Guru menghadapi kelelahan kerja dan emotional exhaustion tanpa pemantauan wellbeing yang memadai.
Sekolah belum memiliki indikator, data longitudinal, dan dashboard wellbeing yang terintegrasi.
Intervensi cenderung reaktif: masalah baru ditangani setelah berkembang menjadi lebih serius.
EduMind mengubah pola reaktif menjadi early detection, continuous monitoring, dan data-driven intervention.
Sekolah adalah Ruang untuk Tumbuh.
Prestasi akademik berkelanjutan membutuhkan wellbeing yang baik. Sekolah sehat bukan hanya bebas dari masalah, tetapi juga membuat warganya berkembang, berdaya, resilien, dan memiliki hubungan sosial yang sehat.
Preventif dan Berbasis Hubungan.
Preventif
Pencegahan, deteksi dini, dan dukungan awal sebelum masalah berkembang menjadi lebih berat.
Human-in-the-Loop
AI menganalisis pola dan menghasilkan insight; keputusan akhir tetap pada guru, Guru BK, kepala sekolah, dan psikolog.
Data-Driven
Data check-in, refleksi, asesmen, engagement, dan appointment diolah menjadi skor, risiko, tren, serta rekomendasi.
Satu Ekosistem untuk Sekolah Sehat, Guru Bahagia, Siswa Tumbuh.
EduMind membantu membangun ekosistem yang terhubung.
Siswa
Check-in emosi, refleksi, insight, rekomendasi, dan appointment untuk menjadi siswa yang sadar diri.
Guru
Memantau wellbeing pribadi sekaligus mengenali perubahan keterlibatan dan perilaku siswa.
Konselor
Memantau risk queue, mengelola appointment, intervensi, dan pendampingan secara proaktif.
Kepala Sekolah
Menggunakan School Wellbeing Index, analytics, dan insight agregat untuk kepemimpinan berbasis wellbeing.
Orang Tua
Memahami perkembangan wellbeing anak dan menerima parenting recommendation untuk mendukung intervensi.
Ekosistem
Wali kelas, Guru BK, kepala sekolah, orang tua, dan psikolog berkolaborasi sesuai peran dan kewenangan.
EduMind bukan pusat pengambilan keputusan.
EduMind memperkuat sistem yang sudah ada.
Mendukung Program Sekolah Aman.
Sebagai bagian dari ekosistem sekolah sehat, EduMind memperkuat sistem Sekolah Aman melalui:
-
Emotional Check-In & Reflection
-
Wellbeing Index & Risk Monitoring
-
Role-Based Dashboard & Early Detection
-
Appointment, Referral & Intervention Tracking
AI bersifat asistif, tidak melakukan diagnosis psikologis, dan tidak menggantikan keputusan profesional manusia.
Pelajari Lebih LanjutAkses berbasis peran
Persetujuan berlapis
Minimalisasi data
Validasi manusia
Tidak untuk sanksi
Anti-labeling
Dari Data Harian Menjadi Insight dan Dukungan Lebih Awal.
Emotional Check-In
Mencatat mood, emosi dominan, dan intensitas sebagai gambaran kondisi emosi saat ini.
Mental Health Continuum (Reflektif)
Memahami wellbeing sebagai kondisi dinamis: flourishing, moderate, atau languishing, beserta arah perubahannya.
Janji Konselor
Menghubungkan siswa dengan Guru BK, referral, dan tindak lanjut intervensi yang terkelola.
AI menghasilkan insight, rekomendasi, psikoedukasi, dan ringkasan—bukan diagnosis psikologis.
Keamanan adalah Fondasi Kepercayaan Ekosistem.
Kesejahteraan harus dilindungi secara etis.
Mari Bangun Sekolah yang Lebih Sehat secara Emosional.
Sekolah Sehat. Guru Bahagia. Siswa Tumbuh.
Mulai dari data wellbeing, berkembang menjadi insight, intelligence, prediksi, intervensi, dan tata kelola sekolah.